Kamis, 11 September 2014

Spektrofotometri Penentuan Kadar Fe 3+

A. Dasar Teori

Fe merupakan slah 1 mikro elemen yang ibutuhkan tubuh. Namun kelebihan Fe di dalam tubuh juga tidak baik. Air yang banyak mengandung Fe dapat menyebabkan bekas karat pada pakaian, porselin, keramik, dll. Serta menimbulkan rasa tidak enak pda air minum.
Kadar besi (Fe) dapat ditentukan melalui spektrofotometri menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Sebelum menguji suatu sampel yang mengandung Fe, sampel tersebut harus diberi larutan KMnO4 dan H2SO4 untuk mengoksidasi Fe dalam keadaan asam.

B. Alat dan Bahan

a) Alat :
Tabung reaksi
Labu takar
Erlenmeyer
Pipet ukur
Pipet tetes
Gelas beaker

b) Bahan :
Aquadest
KCNS
KMnO4
H2SO4
Sampel ( Air kran )

C. Prosedur Kerja

a) Membuat larutan standard Fe 1 mg/L, 2 mg/L, 3 mg/L, 4 mg/L, dan 5 mg/L
b) Membuat blanko aquadest 50 ml
c) Membuat larutan sampel
d) Blanko, 5 seri standard besi, dan sampel masing-masing ditambah 2 ml H2SO4 4 N, KMnO4 sampai berwarna merah muda, lalu ditambah KCNS
e) Pengukuran absorbansi blanko, 5 seri standard Fe, dan sampel menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 470 nm

D. Data dan Perhitungan

1. Data Absorbansi Larutan Standar Fe 


NO
Konsentrasi (mg/L)
Absorbansi
1
1
0.035
2
2
0.1
3
3
0.164
4
4
0.3
5
5
0.33
  

2. Data Absorbansi Sampel


Sampel (Air Kran)
Absorbansi
Air Kran
0,042

3. Grafik Konsentrasi vs Absorbansi

 

 4. Perhitungan


Y = 0.086x – 0.079 dengan R² = 0.973,
Absorbansi sampel disubstitusikan ke Y, sehingga:
0.042 = 0.086x – 0.079
0.086x = 0.121
X = 1.40 mg/L
sehingga didapat kadar Fe dalam sampel yaitu 1.40 mg/L


E. Pembahasan

Asam Sulfat ( H2SO4 ) Mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah 1 produk utama industri kimia. Kegunaannya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis kimia, pemrosesan air limbah, dan pengilangan minyak, menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air pada industri besi dan baja, sebagai katalis asam untuk membuat nilon, membuat asam klorida dari garam melalui proses Manheim, pengilangan minyak bumi (katalis untuk reaksi isobutana dengan isobutilena yang menghasilkan isooktana) Fungsi  H2SO4 dalam percobaan kali ini adalah memberikan suasana asam pada larutan. Penambahan KCNS bertujuan mereaksikan larutan standard besi ( Fe3+) yang berada di dalam labu takar yang merupakan pereaksi alami. Penambahan KMnO4 berfungsi sebagai oksidator. Pada praktikum kali ini, larutan standard, blanko, dan sample ditambahkan H2SO4 4N 2 ml, KMnO4, dan KCNS. Setelah semua larutan homogen dan tercampur dengan rata di labu takar, dipindahkan ke dalam tabung reaksi kira-kira 8/9 bagian dari tabung. Letakkan garis putih pada tabung reaksi sejajar dengan tanda pada spektrofotometer. Tanda ini berfungsi sebagai penunjuk arah cahaya. Larutan standar, blanko, dan sampel tidak menunjukkan perubahan warna ketika ditambahkan H2SO4. Perubahan warna terjadi ketika ditambahkan KMnO4 (menjadi pmerah muda). Perubahan warna semakin pekat untuk larutan standard dengan konsentrasi yang semakin tinggi. Setelah ditambah KCNS, larutan berubah warna menjadi orange. Blanko dan sampel tidak menunjukkan perubahan warna. Kadar besi yang didapat dari pengukuran adalah 1,40 mg/L. Persamaan garis yang didapat R= 0,973. Menurut standard baku mutu air, besi yang terkandung di dalam air maksimal 0,3 mg/l. Jadi, sampel tidak membuhi standard baku mutu air.

F. Kesimpulan

Dari praktikum penentuan kadar Fe 3+ yang dilakukan, diperoleh kadar Fe yaitu 1,40 mg/L dengan sampel berupa air keran. Dimana kadar tersebut tidak memenuhi standard baku mutu air.

Daftar Pustaka
http:// google.com/Pengertian-Asam-Sulfat

SMK SMTI YOGYAKARTA
Jl, Kusumanegara 3 Yogyaarta

Praktikum Analisa Spektrofotometri
Kelas XI Kimia Analisa C / Rombongan I / Kelompok 3

Abdurrahman Muafa (01)
Alghifari Rizki Hastami Muhammad (05)
Dea Arsita Arisandi (09)
Dhevan Brian Sahara (10)
Ferdian Eka Pradana (14)
Hendra Adhe Subagyo (18)

Diketik oleh Dea Arsita Arisandidan Editing Dhevan Brian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar